Bondowoso (30/06/2026) – Institut Agama Islam Togo Ambarsari (INAISTA) Bondowoso menggelar Simulasi Akreditasi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) pada Selasa (30/06/2026) di Ruang Rapat Rektorat INAISTA Bondowoso. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar institusi dalam memantapkan kesiapan Program Studi MPI menghadapi proses akreditasi melalui evaluasi menyeluruh terhadap dokumen, tata kelola, serta implementasi mutu akademik.
Simulasi menghadirkan Dr. Ahmad Fauzi, M.Pd. sebagai narasumber sekaligus pendamping. Kegiatan tersebut diikuti oleh Tim Akreditasi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam bersama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) INAISTA yang secara aktif melakukan telaah terhadap setiap kriteria akreditasi, mulai dari aspek tata pamong, tata kelola, sumber daya manusia, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga luaran tridarma perguruan tinggi.
Rektor INAISTA, Dr. KH. Miftahus Surur, S.E.Sy., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa akreditasi merupakan instrumen penting dalam membangun budaya mutu di perguruan tinggi. Menurutnya, keberhasilan akreditasi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga oleh kesesuaian antara data, implementasi, dan budaya akademik yang telah dijalankan secara berkelanjutan.
"Simulasi ini bukan sekadar latihan menghadapi asesor, melainkan momentum untuk melakukan evaluasi diri secara objektif. Akreditasi adalah cerminan kualitas institusi yang dibangun melalui kerja sama, komitmen, dan budaya mutu yang terus dikembangkan. Saya berharap seluruh tim dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyempurnakan setiap aspek yang masih perlu diperbaiki," ujar Rektor INAISTA.
Dalam sesi pendampingan, Dr. Ahmad Fauzi, M.Pd. memberikan evaluasi komprehensif terhadap dokumen akreditasi yang telah disusun oleh tim. Ia menekankan pentingnya konsistensi antara narasi dalam Laporan Evaluasi Diri (LED), Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), serta bukti fisik yang tersedia. Selain itu, peserta juga memperoleh berbagai strategi dalam menghadapi asesmen lapangan, termasuk teknik menyampaikan capaian program studi secara sistematis, berbasis data, dan sesuai dengan indikator penilaian.
Diskusi berlangsung interaktif dengan mengulas berbagai kemungkinan pertanyaan yang akan diajukan asesor. Tim akreditasi juga melakukan simulasi presentasi, verifikasi dokumen, serta identifikasi berbagai aspek yang masih memerlukan penyempurnaan sebelum pelaksanaan asesmen lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memperkuat kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam proses akreditasi.
Ketua tim dan peserta simulasi menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan banyak masukan praktis dalam penyempurnaan dokumen maupun strategi penyajian data. Melalui evaluasi langsung dari narasumber yang berpengalaman, berbagai potensi kekurangan dapat diidentifikasi sejak dini sehingga dapat segera ditindaklanjuti secara terukur.
Pelaksanaan simulasi ini sekaligus menunjukkan komitmen INAISTA Bondowoso dalam mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara berkelanjutan. Akreditasi dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai sarana untuk memastikan seluruh proses akademik berjalan sesuai standar mutu pendidikan tinggi dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, serta berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, INAISTA optimistis Program Studi Manajemen Pendidikan Islam semakin siap menghadapi asesmen lapangan dan mampu memperoleh hasil akreditasi terbaik. Sinergi antara pimpinan institusi, Tim Akreditasi Program Studi MPI, dan Lembaga Penjaminan Mutu menjadi modal utama dalam mewujudkan tata kelola pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.(SAS)